Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa

  • 12:14 WITA
  • officialPGMI
  • Artikel

Plagiarisme atau tindakan menjiplak karya orang lain tanpa mencantumkan sumber merupakan salah satu masalah serius yang marak terjadi di kalangan mahasiswa. Di era digital saat ini, kemudahan mengakses informasi melalui internet sering disalahgunakan dengan menyalin tulisan, artikel, atau hasil penelitian tanpa izin dan tanpa menyebutkan referensi aslinya. Kurangnya kesadaran tentang etika akademik, tekanan tugas, serta rendahnya kemampuan dalam menulis ilmiah menjadi faktor utama yang memicu terjadinya plagiarisme di lingkungan perguruan tinggi.

Tindakan plagiarisme tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga mencoreng integritas akademik mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa yang terbiasa melakukan plagiarisme kehilangan kemampuan berpikir kritis dan orisinalitas dalam berkarya. Selain itu, perilaku ini dapat menurunkan reputasi lembaga pendidikan tinggi serta menghambat terciptanya budaya ilmiah yang jujur dan bertanggung jawab. Dalam konteks pendidikan tinggi, plagiarisme bukan sekadar pelanggaran etika, tetapi juga merupakan bentuk kecurangan akademik yang dapat dikenai sanksi serius.

Untuk mencegah plagiarisme, kampus perlu memperkuat pendidikan tentang literasi informasi dan etika penulisan ilmiah sejak dini. Dosen dan pembimbing akademik juga berperan penting dalam memberikan bimbingan penulisan serta menanamkan nilai kejujuran dalam setiap karya mahasiswa. Mahasiswa pun harus menumbuhkan kesadaran bahwa karya tulis yang jujur, meskipun sederhana, jauh lebih berharga daripada hasil curian intelektual. Dengan menegakkan integritas akademik, perguruan tinggi akan melahirkan generasi ilmuwan muda yang berkarakter, orisinal, dan bertanggung jawab terhadap ilmu pengetahuan.